//
you're reading...
Penanggulangan Bencana

Warga Menantikan Datangnya Armada

Kekhawatiran masyarakat Desa Sidorejo dan Tegalrejo di Kecamatan Kemalang, Klaten mengenai jumlah armada untuk evakuasi darurat awas Merapi ternyata memang sangat beralasan. Masyarakat setempat sudah lama menunggu realisasi janji Pemerintah Kabupaten Klaten untuk menyediakan 60 unit armada evakuasi. Pernyataan tersebut pernah disampaikan pihak pemkab ketika Panja Penanggulangan Bencana DPR RI berkunjung ke lokasi pengungsian di Kemalang, Klaten. Namun, hingga tadi malam ketika evakuasi darurat berlangsung, janji itu belum juga terwujud.

Warga dua desa itu pun sebenarnya sudah mempersiapkan armada evakuasi secara swadaya. Jumlah ini dirasa masih jauh dari cukup mengingat idealnya di setiap pos ronda swakarsa di permukiman warga minimal tersedia satu buah truk. Sementara ini baru ada empat buah truk milik warga, berbanding dengan jumlah 32 pos ronda yang menjadi titik berkumpulnya warga pada kondisi darurat.

100_9328

Satu-satu Truk Polisi yang bersiaga di Posko Pengungsian Desa Dompol, Kemalang, Klaten Jumat (12/05) siang – (Elanto W.)

Jumat siang (12/05) tampak hanya ada satu truk polisi yang siaga di Posko Pengungsian Dompol. Jauh berbeda kondisinya ketika euforia evakuasi semarak pada akhir April 2006 lalu.

Malam tadi ketika evakuasi darurat berlangsung sejak sekitar pk 20.00 WIB, akhirnya empat truk milik warga itu harus bolak-balik mengangkut warga. Beberapa truk polisi juga sempat terlihat, tetapi jumlahnya tidak banyak. Warga sendiri merasa tidak punya pilihan lain, sehingga tetap menyiagakan truk pribadi beserta sopir walaupun itu berarti mereka harus rela kehilangan sumber pendapatan disebabkan oleh tidak beroperasinya truk untuk kegiatan usaha. Setiap hari, warga harus mengeluarkan biaya untuk membayar sopir yang siaga, baik ketika evakuasi berjalan maupun tidak.

(Elanto Wijoyono)

Discussion

No comments yet.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *