//
you're reading...
Penanggulangan Bencana

Ribuan Pengungsi di Magelang Perlu Bantuan Logistik

Dalam status Awas Merapi pada saat ini wilayah Kecamatan Dukun masih dalam keadaan tenang, tetapi tetap siaga. Awan panas yang sempat muncul pagi ini (14/05) dilaporkan tidak mengarah ke wilayah Dukun, tetapi tampak mengarah ke Boyolali.

Sementara itu, pendataan jumlah pengungsi masih terus dilakukan. Data sementara di Desa Ngadipuro, Kecamatan Dukun, Magelang dilaporkan ada sekitar 300 orang pengungsi. Menurut Asnawi, warga Desa Ngadipuro, Sejak tadi malam (13/05), hingga sekarang tidak ada bantuan apapun dari Satkorlakda Pemkab Magelang. Namun, beruntung warga masih mendapatkan bantuan swadaya air minum sejumlah 100 dus. Bantuan itu datang dari Gus Yusuf, seorang ulama dari wilayah Tegalrejo.

Selain di Desa Ngadipuro, pengungsi juga ditampung di SD Sewukan, Kecamatan Dukun dan di SD Salam, Kecamatan Salam. Jumlah pengungsi di Sewukan berjumlah sekitar 400 orang, sedangkan di Salam berjumlah sekitar 2.700 orang. Hingga saat ini pendataan pengungsi masih berlangsung. Dari jumlah total tersebut, 530 diantaranya adalah anak-anak. Masalahnya, hingga saat ini mereka semua masih terkatung-katung kelaparan karena dari banyak posko pengungsian hanya posko di Tanjung, Muntilan yang terlayani oleh petugas Satlak Pemkab Magelang. Posko pengungsian di Tanjung itu saat ini menampung sejumlah 800 orang pengungsi.

Sumber: Muhammad Achadi (kramatjati@yahoo.com) – warga Desa Dukun, Kecamatan Dukun, Magelang; pengelola Radio Komunitas “K” Dukun.

Discussion

No comments yet.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *