//
you're reading...
Analisis, Penanggulangan Bencana

Manajemen Informasi Jalin Merapi

Peta Rakom JM (2011)

Rangkuman Twit pada akun @jalinmerapi tentang Komunikasi dengan Gelombang Radio sebagai Sumber Informasi

JALIN MERAPI adalah gerakan pengelolaan jaringan informasi antar warga di lingkar Merapi yang dipelopori jaringan radio siaran komunitas (rakom) untuk berbagi informasi tentang Merapi. Radio siaran komunitas adalah lembaga penyiaran yang dikelola warga. Radio komunitas sering disalahpahami sebagai komunikasi amatir radio atau komunikasi radio antar penduduk. Radio siaran komunitas dan telekomunikasi dengan gelombang radio diatur dalam aturan yang berbeda karena berada di ranah manajemen yang berbeda.

Telekomunikasi dengan gelombang radio diatur dalam Undang-Undang No. 36 Tahun1999 tentang Telekomunikasi dan Peraturan Pemerintah No. 52 Tahun 2000 tentang Penyelenggaraan Telokomunikasi.  Telekomunikasi dengan gelombang radio diatur juga dalam Peraturan Pemerintah No. 53 Tahun 2000 tentang Penggunaan Spektrum Frekuensi Radio dan Orbit Satelit. Teknis kegiatan komunikasi dengan radio diatur dalam Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika No. 33/PER/M.KOMINFO/08/2009 tentang  Penyelenggaraan Amatir Radio dan diatur pula dalam Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika No. 34/PER/M.KOMINFO/08/2009 tentang Penyelenggaraan Komunikasi Radio antar Penduduk. Dalam seri aturan tentang telekomunikasi dengan gelombang radio itu diatur komunikasi dalam frekuensi berjenis VHF dan HF dengan pesawat HT, RIG, & walkietalkie.

Jaringan radio komunitas sebagai pendiri dan pengelola JALIN MERAPI berada pada ranah kegiatan yang berbeda dengan komunikasi radio di atas. Jaringan radio komunitas sebagai simpul utama Jalin Merapi berada dalam ranah penyiaran radio yang diatur dengan Undang-Undang Republik Indonesia No. 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran. Radio komunitas adalah bentuk lembga penyiaran yang tatacara pengelolaannya diatur dalam Peraturan Pemerintah No. 51 Tahun 2005 tentang Penyelenggaraan Penyiaran Lembaga Penyiaran Komunitas. Bentuk lembaga penyiaran lainnya, meliputi lembaga penyiaran swasta (Peraturan Pemerintah No. 50 Tahun 2005), lembaga penyiaran berlanggaran (Peraturan Pemerintah No. 52 Tahun 2005), dan lembaga penyiaran publik, seperti Radio Reublik Indonesia (Peraturan Pemerintah No. 11 Tahun 2005 dan Peraturan Pemerintah No. 12 Tahun 2005).

Sejak didirikan tahun 2006, gerakan Jalin Merapi coba menguatkan wawasan masyarakat setempat di Merapi tentang Merapi dengan media radio siaran komunitas. Jalin Merapi dipelopori oleh tiga radio siaran komunitas, yakni Radio Komunitas Lintas Merapi FM (Deles, Sidorejo, Klaten), Radio Komunitas K FM (Dukun, Magelang), dan Radio Komunitas MMC FM (Selo, Boyolali). Ketiga radio siaran komunitas itu dikelola warga untuk siarkan hiburan dan info ke warga lokal Merapi sejak awal dekade 2000-an.

Pada erupsi 2006, para pegiat radio siaran komunitas ini resah dengan pemberitaan media massa tentang Merapi yang tidak berimbang, sehingga merasa perlu bergerak. Media massa saat erupsi 2006 lebih fokus pada dramatisasi informasi fisik Gunungapi Merapi dan Sleman. Aspek dan wilayah lain tidak terliput utuh.  Ketiga radio siaran komunitas berinisiatif mengajak beberapa kelompok untuk membangun jejaring informasi alternatif yang bisa memberi perspektif yang berbeda dan utuh tentang Merapi. Bersama beberapa kelompok dan organisasi di Yogyakarta, Solo, Boyolali, dan Magelang, sebuah sistem informasi alternatif tentang Merapi dibangun pada 2006.

Jejaring ini menggunakan banyak media untuk berbagi informasi tentang Merapi, meliputi informasi dari luar untuk warga Merapi dan informasi  seputar Merapi untuk publik di luar lingkar Merapi. Sejak tahun 2006, Jalin Merapi menggunakan HT, telepon, SMS, dan internet untuk berbagi informasi Merapi. Website http://merapi.combine.or.id sebagai muaranya.  Proses tersebut dilakukan terus hingga erupsi 2010 dan hingga kini, mengelola informasi lokal untuk warga Merapi dan juga untuk publik luas.  Dalam manajemen informasi ini, Jalin Merapi memantau beragam media, termasuk telekomunikasi dgn gelombang radio VHF-HF yang dikelola beberapa kelompok di Merapi. Informasi dari berbagai sumber itu kemudian diteruskan ke warga melalui radio siaran dan pengeras suara; diteruskan ke publik luas melalui internet dan media jejaring sosial.

Lalu lintas data dan permintaan informasi dari publik pada saat erupsi 2010 dan berlanjut pada kejadian banjir lahar selama 2011 beri gagasan pada tim Jalin Merapi untuk memasang online streaming di website Jalin Merapi. Tim Jalin Merapi di Yogyakarta (@combineri) lalu memasang online streaming komunikasi radio dari beberapa kelompok yang berbicara soal Merapi di website. Selain online streaming dari komunikasi radio, Jalin Merapi juga memasang tampilan CCTV Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta di website. Jadi, beberapa media rujukan diakses dan dipasang Jalin Merapi untuk mudahkan penyebarluasan informasi tentang Merapi ke publik.

Sebagai jembatan informasi, Jalin Merapi tak bisa kontrol isi informasi dalam komunikasi radio VHF-HF yang ditampilkan sebagai online streaming. Padahal, keakuratan informasi sangat penting. Saat ini Jalin Merapi sedang menganalisis jaringan komunikasi radio VHF-HF mana yang layak dijadikan rujukan informasi tentang Merapi. Keputusan belum difinalisasi. Kriteria komunikasi radio VHF-HF yang akan dijadikan rujukan informasi Jalin Merapi adalah yang kompeten dengan isu Merapi, berisi informasi akurat, dan selalu menyebutkan sumber informasi yang jelas. Komunikasi dengan gelombang radio di Merapi yang akan dirujuk adalah komunikasi yang diakui warga Merapi dan memenuhi aspek legal formal. Tim Jalin Merapi menerima masukan dari pembaca, media apa saja (termasuk komunikasi radio mana saja) yang bisa dijadikan rujukan informasi tentang Merapi.  Jadi, Jalin Merapi saat ini tidak berposisi sebagai operator komunikasi radio, tetapi sebagai pemantau/pengakses konten, yang lalu membantu meneruskan ke publik.

Demikian penjelasan Tim Jalin Merapi tentang manajemen informasi yang bersumber dari komunikasi via radio tentang Merapi. Masukan dan saran bisa dikirim ke e-mail jalinmerapi[at]gmail.com, ke akun Twitter @jalinmerapi, atau ke radio-radio siaran komunitas di empat kabupaten sebagai simpul utama Jalin Merapi (peta terlampir).

Elanto Wijoyono

Discussion

No comments yet.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *