//
you're reading...
Laporan Aktivitas Merapi

Laporan Aktivitas Gunung Merapi 17 – 23 Januari 2014

I. HASIL PENGAMATAN

Visual 

Cuaca di sekitar G. Merapi umumnya mendung dan berkabut sepanjang hari. Sesekali cerah pada pagi dan sore hari tanggal 17, 22 dan 23 Juni 2014. Asap solfatara putih, sedang bertekanan lemah tinggi 50 m di ukur dari Pos Ngepos tanggal 17 Januari 2014 jam 16.15 condong  ke Timur.

 Seismik

 
Kegempaan G. Merapi tercatat adanya gempa guguran sebanyak 11 kali, MP 9 kali, Tektonik 3 kali dan LHF 1 kali. Guguran yang terjadi memiliki Amplitudo maksimum 15 mm dan durasi 45 detik sedangkan LHF amplitudo maksimum 45 mm dan durasi 12 detik. Melihat jenis dan jumlah gempa yang terjadi menunjukkan bahwa aktivitas G. Merapi dalam keadaan normal.

Gambar 1. Statistik kegempaan G. Merapi Bulan Januari 2013  – Januari 2014.

Deformasi  
Pemantauan deformasi menggunakan EDM di G. Merapi dilakukan dari pos-pos pengamatan (Pos Selo, Pos Jrakah, Pos Kaliurang dan Pos Babadan) masing-masing terhadap reflektor RS1, RJ1, RK2, RB1. Pada minggu ini semua EDM di sekitar pos G. Merapi tidak bisa melakukan pengukuran karena terkendala oleh cuaca yang berkabut.
Data pemantauan deformasi menggunakan tiltmeter di Stasiun Plawangan pada minggu ini belum menunjukkan adanya perubahan kemiringan yang signifikan. Sumbu-X (arah Barat-Timur) memiliki kemiringan +0.3 mikroradian  dan sumbu-Y (arah Utara-Selatan) memiliki kemiringan -0,1 mikroradian, sedangkan suhu alat rata-rata 19,36 0C. Data deformasi belum menunjukkan adanya inflasi ataupun deflasi.

 

Gambar 2. Hasil pengukuran tiltmeter stasiun plawangan Januari 2014sumbu-X (arah Barat-Timur) dan sumbu-Y (arah Utara-Selatan).
Hujan dan Lahar
Pada minggu ini hujan terjadi hampir setiap hari di semua pos pengamatan G. Merapi. Intensitas curah hujan tertinggi sebesar 62  mm/jam selama 35 menit terjadi di pos Kaliurang pada tanggal 19 Januari 2013. Pos Kaliurang pada tanggal 19 Januari 2014 pukul 14.00 WIB melaporkan 2 orang meninggal, 1 truk rusak berat dan 1 truk terendam lahar di Kali Gendol.
Gambar 3. Curah hujan di setiap pos pengamatan pada bulan Januari  2013 – Januari 2014
II. KESIMPULAN DAN SARAN
  1. Berdasarkan hasil pengamatan, aktivitas G. Merapi dinyatakan dalam status “Normal”.
  2. Kegiatan pendakian G. Merapi disarankan hanya sampai di Pasarbubar (± 2500 m dpl) saja, untuk menghindari kejadian hembusan gas, abu vulkanik, dan letusan freatik yang bisa terjadi setiap saat.
  3. Jika terjadi perubahan aktivitas G. Merapi yang signifikan maka status aktivitas G. Merapi akan segera ditinjau kembali.

 

Sumber: http://www.merapi.bgl.esdm.go.id/aktivitas_terakhir.php?pid=257

Discussion

No comments yet.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *