//
you're reading...
Rekam Proses

Rekam Proses Dialog “Apa Kabar Merapi” di BPPTKG Yogyakarta

100_2073

Acara: Dialog “Apa Kabar Merapi”
Hari, tanggal: Jumat, 2 Mei 2014
Tempat: Aula BPPTKG Yogyakarta

Pukul 09.18

Akhmad Nasir (moderator)

Pembukaan
Berdoa
Mempersilakan Kepala BPPTKG Subandriyo untuk membuka acara.

Subandriyo

Salam untuk Kepala Badan Geologi Surono, Kalaks BPBD DIY Gatot S., Kalaks BPBD Sleman Juli, Ka BPBD Magelang, Komandan KOREM, Komandam KODIM Sleman, Kapolda DIY, Ka Pusat Survei Geologi, Perwakilan ORARI, Prof Sunarno, dan para relawan yang selama ini bekerja membantu dalam penanggulangan bencana di Merapi, dan teman-teman LSM, wartawan.

Pagi ini adalah acara coffee morning, yang dulu diawali di KODIM Sleman, lalu dilanjutkan di BPBD Sleman. Acara ini menjadi acara rutin dalam rangka sosialisasi dengan model dialog agar lebih akrab. Sosialisasi ini kebetulan diadakan pada status Merapi WASPADA. Beruntung kemarin saya lapor kepada Bp Surono dan berkenan hadir dalam acara ini juga.

Acara ini adalah dialog, juga menyampaikan informasi tentang Gunungapi Merapi dalam status WASPADA. Kami harapkan para pihak bisa memberikan arahan dan menyampaikan apa yang dilakukan untuk menghadapi ancaman bahaya Merapi. Kita berusaha keras ke depan, semua punya komitmen jika ada erupsi Merapi, tidak ada korban yang kita tidak inginkan.

Salam

Kepala BPPTKG Subandriyo memberikan sambutan pembuka acara

Kepala BPPTKG Subandriyo memberikan sambutan pembuka acara

Akhmad Nasir

Demikian tadi sambutan dari Kepala BPPTKG Subandriyo. Selanjutnya masuk dalam acara inti, yakni dialog.

Telah hadir di sini perwakilan lembaga-lembaga yang selama ini bergiat di Merapi. Kita akan mendengarkan bagaimana setiap lembaga memberikan respon terhadap situasi Merapi terkini.

Pak Juli dari BPBD Sleman, bisa memberikan informasi awal tentang situasi dan respon terkini di Sleman.

Julisetiono (BPBD Sleman)

Dengan meningkatnya status Merapi ke WASPADA, Pemkab Sleman sudah lakukan beberapa langkah. Pertama, lakukan sosialisasi ke masyarakat di lereng merapi bagian selatan. Sampai tadi pagi, saya cek, sudah semuanya tahu tentang kenaikan status ini. Di samping itu, kami sudah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk persiapan barak pengungsian, jalur evakuasi, proses pengungsian, dan sebagainya. Ketiga, melalui BPBD, Pemkab Sleman juga sudah siapkan kelembagaan di tingkat desa, yakni Desa Tangguh Bencana dan Kampung Siaga Bencana. Langkah ini untuk mempersiapkan masyarakat secara mandiri dalam menghadapi bahaya erupsi Merapi.

Kami juga sudah mempersiapkan skenario atau arah jika seandainya, kita menghadapi letusan Merapi, sudah ditentukan titik-titik pengungsian. Jika terjadi erupsi, kami sudah siapkan lebih dari 35 titik pengungsian. Jika ada kekurangan atau kerusakan, akan kami benahi. Pembangunan jalur evakuasi, sudah disiapkan perencanaan. Bulan Mei sudah akan masuk tahap lelang. Jalur di Kepuharjo yang paling parah akan siap segera kami perbaiki.

Tidak lepas dari peran anak-anak sekolah, sudah dididik melalui program Sekolah Siaga Bencana. Langkah pada aspek logistik, pangan, dan kesehatan juga sudah kami siapkan.

Kami mohon koreksi, saran, dan masukan jika ada yang kurang.

Akhmad Nasir

Beberapa hal saya catat, sudah ada titik pengungsian yang sudah disiapkan, juga logistik, pangan.

Berikutnya, kepada BPBD Magelang yang sekaligus juga perwakilan dari BBD Jawa Tengah. Kami persilakan Bapak Juli.

Julisetiono (BPBD Magelang)

Pertama, kami ucapkan mohon maaf bahwa Kalaks BPBD Jawa Tengah pada saat ini ada rapat koordinasi persiapan respon erupsi Gunungapi Slamet dan Gunungapi Merapi. Terima kasih kepada BPPTKG atas kerjasama informasi tentang Merapi yang telah dilakukan.

Kedua, sejak Merapi masuk status WASPADA, Sekda Kabupaten Magelang sudah kumpulkan 10 sektor untuk antisipasi jika status Merapi meningkat. Hal itu disesuaikan dengan renkon yang kami miliki.

Sebelumnya kami juga sudah siapkan beragam program, untuk desa-desa, seperti Desa Tangguh dan Desa Bersaudara. Program Desa Bersaudara ini sudah berjalan, antara Desa Tamanagung dan Desa Adikarto, yang bekerjasama untuk masalah pengungsian. Di samping itu, persiapan yang kami lakukan di antaranya, kurang lebih seperti itu. Jika ada hal yang kurang bisa dikomunikasikan lagi.

Akhmad Nasir

Saya cata, sudah ada koordinasi dengan 10 sektor (SKPD) yang akan tangani penanggulangan bencana. Magelang juga punya program Desa Tangguh dan Desa Bersaudara. bapk Ibu yang dari Magelang nanti dipersilakan memberikan tanggapan.

Selanjutnya kepada BPBD Prov DIY, tentang kesiapan BPBD dalam mengantisipasi status terkini Merapi.

Gatot Saptadi (BPBD Prov DIY)

Salam

Jika bicara Merapi, kita tak bisa lepas dari kondisi kehidupan masyarakat DIY dan Jawa Tengah. Sudah ada banyak pelajaran yang diberikan Merapi kepada kita untuk lebih bijaksana untuk menghadapi perilaku Merapi. Kami sudah lakukan koordinasi begitu BPPTKG mengeluarkan status WASPADA untuk Merapi. Disepakati bahwa koordinator lapangan ada di Kab Sleman, untuk DIY. Jadi, kami memposisikan sebagai pendukung (support) untuk langkah2 aktivitas di lapangan dalam situasi WASPADA saat ini, baik peralatan, dan SDM. Kita optimalkan semua rencana yang sudah kita buat, tinggal untuk diterapkan dan disosialisasikan kepada masyarakat. Minggu depan kami rencana akan lakukan roadshow ke desa-desa bersama BPPTKG di Sleman, untuk sampaikan informasi yang benar kepada masyarakat.

Kita punya potensi yang besar di di DIY, karena ada beragam lembaga di sini yang bisa bekerja bersama. Kota Yogyakarta menjadi kota relawan. Ada 186 komunitas, yang bersama-sama bisa mengamankan DIY dari potensi bencana. Gubernur juga menyampaikan kepada PNS untuk meniru relawan yang tanpa pamrih rela menolong. Jiwa-jiwa ini harus diteladani oleh PNS. Relawan bisa bersama pemerintah untuk jalan bersama. TNI dan POLRI juga tak bisa dilepaskan sebagai bagian dari potensi bersama. Masyarakat DIY khususnya di lereng Merapi menjadi masyarakat Tangguh terhadap kondisi Merapi.

Kami punya konsep bahwa penanganan pertama ada di masyarakat. Kami punya istilah Golden Time, pertolongan pertama oleh masyarakat dan relawan. Pemerintah baru akan menyusul menolong. Jadi, kita bisa sikapi situasi ini secara waspada.

Akhmad Nasir

Jadi ada beberapa kegiatan yang disiapkan di DIY. Teman-teman relawan bisa memberikan tanggapan.
Konsep pertolongan pertama oleh masyarakat akan dikedepankan.
Peran TNI dan POLRI yang merupakan institusi yang penting untuk penanggulangan bencana.

Selanjutnya, perwakilan TNI yang hadir.

Hardiyan (KOREM 072 Pamungkas)

Kami mohon maaf, Danrem tidak bisa hadir karena ada rapat koordinasi pengamanan.
Kita datang di sini dari berbagai kalangan dan seragam. Kita berharap, walaupun beragam, tetapi niat kita satu. Kami dari perwakilan TNI, dengan adanya perkembangan situasi Merapi yang semakin meningkat, kami segera mengkoordinasikan satuan2 di jajaran TNI. KOREM 072 punya dua wilayah, di Sleman dan Magelang. Kami perintahkan segera mendata. Kami koordinasi dengan Solo, yang punya dua wilayah, yakni Klaten dan Boyolali. Kita bisa bersatu atasi bencana.

Merapi ini sangat aktif, sehingga kita harus mensikapi, dengan kebersamaan. Jangan sampai ada ego sektoral. Jangan ada yang merasa paling hebat. Semua harus ditangani bersama dan disosialisasikan kepada masyarakat dengan baik. Bencana yang mungkin terjadi kita harapkan bisa kita minimalkan terjadinya korban, baik jiwa, benda maupun ternak. TNI akan selalu membantu, dengan siapapun yang akan ditunjuk sebagai komandan, bekerjasama dengan masyarakat. Kita harapkan semua ini satu dalam rangka bagaimana agar masyarakat tidak ada korban. Kami harap juga masyarakat yang ada di lereng Merapi, tidak alami kepanikan jika terjadi bencana alam. Mari kita bersatu padu untuk mengatasi dan mensikapi situasi yang seperti ini, yang kita harapkan tidak seperti pengalaman 2010 yang lalu. Pada saat itu masih ada korban. Semoga masyarakat sudah semakin sadar tentang situasi Merapi, sehingga ke depan akan semakin baik, dalam mengatasi potensi bencana ini.

Akhmad Nasir

KOREM 072 Pamungkas sudah koordinasi wilayahnya di Magelang dan Sleman, dan juga koordinasi dengan SOlo yang punya wilayah Klaten dan Boyolali.
Kebersamaan walaupun beda seragam harus satu tujuan.

Selanjutnya, dari perwakilan kepolisian.

Yulianto (POLDA DIY)

Kapolda DIY tadi pagi harus bertugas sebagai inspektur upacara di Mandala Krida.
Penanganan bencana ini merupakan sistem. Polisi merupakan bagian dari sub-sistem tersebut. POLRI berusaha menempatkan diri dalam subsistem tersebut. Kami posisikan diri seperti rekan-rekan relawan. Kami sudah memiliki protap yang sudah disusun sbg rencana kontinjensi pada setiap awal tahun. Termasuk di dalamnya terkait dengan kontinjensi bencana Merapi di DIY.

Kami juga siapkan 2/3 dari kekuatan POLRI di POLDA DIY, sekitar 6500 anggota jika situasi krisis terjadi. Jika misalnya kekuatan POLRI itu masih dirasa kurang, dari Mabes POLRI sudah siapkan renkon, jika memang terjadi sitausi krisis di Yogyakarta. Pada saat ini POLRI sementara mengawal kegiatan PEMILU yang sebenarnya jika status Merapi meningkat, kami siap. Kami sudah pada status SIAGA III usai Pemilu. Ketika ada kenaikan status Merapi, POLRI selalu siap.

POLRI menempatkan diri sama dengan relawan dan sub sistem yang ada di struktur penanganan bencana. Namun, mohon maaf jika di situasi krisis ada hal-hal tertentu yang terkait dengan teknis kepolisian, ada hal-hal yang tak bisa diinterupsi. Misal, jika ada orang menjarah, kami akan tangkap. Semua akan bisa dikoordinasikan dengan kami di lapangan.

Akhmad Nasir

Ada 6500 personil yang siap, dengan potensi dukungan dari Mabes POLRI. Ada rencana kontinjensi juga yang sudah disiapkan.

Selanjutnya, Bapak Surono, yang selama ini populer disebut dengan Mbah Rono. Beliau akan mendongeng tentang apa yang sebenarnya terjadi di Merapi dan apa yang seharusnya bisa dilakukan bersama.

Surono (Ka Badan Geologi)

Salam

Inilah kunjungan saya yang pertama sebagai Kepala Badan Geologi di luar kantor saya, adalah di Yogyakarta. Saya dulu sekolah di sini, dengan gunungapi yang punya arti tersendiri. Pada tahun 1919 Kelud meletus, tahun 1920 Belanda membangun kantor vulkanologi. BPPTKG adalah kantor vulkanologi yang dibuat terdekat dengan gunungapi.

Di kementerian ESDM, saya bantu urusi hal terkait bidang yang luas.

Sesuatu yang terjadi di Merapi itu kebetulan. Definisi kebutualn ada persiapan jangka panjang. Seperti jika musim hujan, musim betrjalan panjang, tetapi saya siap dengan payung. jadi, jika ada hujan saya siap. Jadi, ada persiapan jangka panjang yang terpotong ruang dan waktu yang pas. Jika nanti Merapi akan ada letusan dan pengungsian yang terorganisasi, apakah itu kebetulan, itu memang kebetulan krn ada persiapan jangka panjang yang terpotong oleh ruang dan waktu yang pas.

Kepala Badan Geologi Surono

Kepala Badan Geologi Surono

Tadi dikatakan bawha relawan di Yogyakarta itu bagus. Saya menilai sebagai orang luar, tidak hanya bagus, tetapi sangat bagus. Saya kemarin diundang oleh Kementerian Kominfo ke Manado, dalam rangka pemulihan masyarakat Manado setelah banjir bandang. Ada proses yang bagus. Saya pikir saya akan presentasi dengan para ilmuwan. Ternyata saya presentasi dengan Cak Lontong. Saya kebablasan bicara bahwa masyaraat Menado meniru Yogyakarta. Besoknya muncul di media bahwa masyarakat Manado seharusnya meniru Yogya. Intinya, yang bisa menolong masyarakat dari bencana itu adalah masyarakat sendiri. Orang Jakarta tak bisa menolong langsung; bahasa saja tidak bisa, bahasa juga berbeda. Yang bisa menolong masy Merapi adalah masy Merapi sendiri. Di Sinabung, saya sarankan agar bisa ada tukar pengalaman antara masyarakat di Merapi dengan di Sinabung, agar masyarakat Sinabung bisa segera pulih seperti pengalaman masyarakat di Merapi. Memang sulit karena masyarakat di sana belum tahu semua.

Salah satu tindakan mitigasi itu dengan jaga jalan yang akan digunakan sebagai ajlur evakuasi. Penting untuk jaga jalan dengan jaga kendaraan yang boleh lewat sesuai kelas jalannya. Harus ada penghormatan terhadap kelas jalan agar tidak merusak jalan. Itu termasuk sebagai penataan ruang berbasis mitigasi. Walaupun ada retribusi, tak bisa menutup biaya perbaikan jalan itu. Seharusnya penataan ruang berbasis mitigasi itu harus dianggap sebagai investasi. Jalan harus lama tidak rusak.

Saya bangga dengan teman-teman relawan di Yogyakarta dan di sekitar Merapi. Saya selalu bilang kepada teman-teman agar siap-siap. Jadi, ada suatu ikatan batin antara saya dengan teman-teman relawan di sini, walaupun jarang berjumpa. Saya juga penrha ke radio komunitas di Selo, bertemu profesor dari Jepang yang juga menbawa teman Merapi ke Jepang untuk berbagi pengalaman.

Dalam kegiatan City of Volcano, kita juga menang untuk bersiap sebagai tuan rumah konferensi internasional City of Volcano. Negara lain yang mengajukan diri sebagai tuan rumah, kemudian mundur, ketika tahu Indonesia mengajukan diri sebagai tuan rumah di Merapi. Konferensi ke 8 ini akan diselenggarakan di Yogyakarta, dengan tema Living Harmony with Volcano. Kepala PVMBG laporkan, pesertanya sudah tembus angka 500. Saya sudah pesan ada sesi khusus Indonesia yang akan diisi oleh teman-teman yang berpengalaman dalam penanggulangan bencana. Kami akan terjemahkan. Banyak pihak dari luar negeri yang ingin belajar. Karena tempat di UGM, saya ingin setiap hari ada pertunjukan tradisional yang khas dari Merapi, dan juga suvenir yang dijual yang khas Merapi. Jika kemarin tidak berhasil jadi tuan rumah, waktu itu siap untuk keluar dari jabatan sebagai Staf Ahli Menteri. Ternyatam sekarang semua sudah beres ketika saya kembali di lembaga Badan Geologi. Jika nanti presiden terpilih datang, itu akan sangat baik.

City of volcano banyak di Indonesia. Jadi, orang-orang Eropa selalu lihat bahwa jika ingin belajar gunungapi itu wajib ke Indonesia. Ilmu gunungapi tidak hanya soal gunungapi, tetapi juga sosial budaya masyarakat di sekitarnya. Setiap gunung akan berbeda masyarakatnya, sebagai subjek yang harus diselamatkan. Kita kumpul di sini bukan untuk menyelamatkan gunungapi, tetapi untuk menyelamatkan subjek kita, yakni masyarakat yang ada di sana. Khusus untuk Merapi, tidak ada gunungapi lain di Indonesia, yang penentuan statusnya oleh Kepala BPPTKG. Kecuali Siaga ke Awas, itu hanya oleh Kepala Pusat Vulkanologi.

Saya sering broadcast informasi ke media sosial karena saya mencintai ranah ini. Hal yang penting adalah masyarakat terlayani. Saya punya dua ring di dalam jantung saya, karena saya memang cukup tekanan dalam proses pengalaman ini. Sinabung, Kelud, Merapi punya proses yang berbeda.

Setelah 2010, Merapi akan punya ciri yang berbeda. Merapi akan mudah sekali diterangkan ketika peristiwa ini sudah berlalu. Nanti orang akan mudah bercerita bagaimana kejadian letusan Merapi setelah terjadi. Jadi, ada beda antara alam dan wayang ini. Alam ini akhir sebuah proses akan bergantung pada situasi yg berjalan. Pada wayang, walaupun wayang dilakonkan 1 minggu yang lalu dan dilakonkan lagi, itu akan sama. Akhir situasi 2010 dengan 2006 itu berbeda. Akhir proses 2014 juga akan berbeda. Pada saat ini Merapi tidak ada kubah, dan terus sering ada pelepasan gas, dan tidak ada penyumbatan. Proses ini akan berlanjut terus dan akan baik. Jika nanti Merapi akan membuat kubah lagi, berarti kembali lagi ke sejarah yang lalu, menjadi tipe Merapi. Seperti Kelud 2007, ada kubah, shg ubah karakter Kelud. Setelah erupsi 2014, Kelud kembali seperti Kelud yang dulu dengan danau kawah yang harus diperhatikan. Kita tak pernah letusan Merapi akan seperti apa. Jika saya tahu, BPBD DIY dan Jateng akan yang pertama saya kasih tahu. Hanya Merapi yang tahu, hak Merapi untuk berubah, hanya Merapi yang tahu apa yang terjadi pada akhirnya. Seperti apa hajat Merapi akan tergantung Merapi. Intinya, masyarakat tetap siap. Lebih baik siap dan tidak terjadi apa-apa, daripada tidak siap dan terjadi apa-apa. Saya berharap semua yang terbaik, baik bagi Merapi, pemerintah daerah, para ilmuwan, dan masyarakat di sekitarnya.

Saat ini ada riset besar di Merapi, disebut Dome Merapi. Kita kerjasama dengan banyak ilmuwan internasional untuk mempelajari karakter Merapi usai erupsi 2010.

Semoga semua selamat.

Akhmad Nasir

Merapi berubah, sedang diikuti, dan kita diminta untuk bersama mengikutinya. Tidak penting akan ada erupsi besar atau kecil, tetapi pada kesiapan kita semua. Kesiapan menjadi kunci, seperti jalur evakuasi dan penataan ruang berbasis mitigasi.

Para narasumber yang berdasarkan latar belakang insitusi sudah menyampaikan gagasan dan rencananya, sekarang kita ingin mendengarkan dari yang lain. Pihak yang harus menolong adalah warga setempat. Jadi, kawan-kawan yang saat ini posisinya di daerah paling rawan (KRB III) bisa memberikan update informasi di sana. Teman-teman bisa sampaikan apakah hal yang tadi disampaikan sudah cukup. Sleman KRB III?

Indra Baskoro (PASAG Merapi)

Saya dari Turgo, Purwobinagun, Pakum, Sleman. Setiap malam ada suara glang gleng setiap 20-30 menit.
Persiapan yang kami lakukan, sudah ada koordinasi tingkat dusun, buat skenario, perhitungan ternak. Pada status SIAGA, lansia dan ternak akan langsung dievakuasi. Saat ini di WASPADA ada ronda setiap malam. Kami ada di jarak 5 km dari puncak Merapi. Jangan sampai pengalaman 1994 tidak terulang lagi. Kami sudah siapkan evakuasi dan armada. Kami juga sudah cek barak di Purwobinangun, ternyata belum siap kebutuhan air bersih. Barak itu sudah bisa menampung kapasitas dua dusun. Kmai serahkan urusan ini kepada BPBD Sleman. Urusan dusun, kami koordinasi dengan masy di tingkat RT dan dusun.

Indra Baskoro (PASAG Merapi)

Indra Baskoro (PASAG Merapi)

Akhmad Nasir

dari Klaten?

Agus Saryoto (Induk Balerante 907)

Kami berada sekitar 5,78 Km dari puncak Merapi di sisi tenggara. Kesiapsiagaan di desa kami, kebetulan tadi malam dan dilanjutkan nanti malam akan ada koordinasi mensikapi status Merapi terkini. Semalam kami merencanakan persiapan sarana dan prasarana untuk menunjang kebutuhan darurat. Kami siapkan pendataan penduduk dan penyiapan jalur evakuasi. Selanjutnya, yang kami perlu tanyakan adalah, berhubung warga masyarakat yang ada di lereng Merapi, khususnya di Desa Balerante masih banyak yang di KRB III, mohon nanti ada himbauan atau saran dari pihak berwenang untuk antisipasi hal yang tidak diinginkan.

Agus S. (Induk Balerante 907)

Agus S. (Induk Balerante 907)

Akhmad Nasir

Kepada warga KRB kita prioritaskan untuk menyampaikan tanggapan

Sukiman (Lintas Merapi FM, Klaten)

Saya berada 4 km lebih sedikit dari puncak Merapi, 28 Km dari Kota Klaten. Sejak Merapi menjadi WASPADA, kami juga dari JALIN Merapi, saya sebagai koordinator. Kami juga ada radio komunitas. Warga membuat gardu ronda darurat untuk berjaga, tanpa mengganggu ritme kerja harian warga. Kami juga aktif informasikan kabar Merapi ke media sosial.

Kami resah buakn karena Merapi, tetapi karena kondisi jalur evakuasi di Klaten. Ada sekitar 11 km yang sangat rusak. Warga koordinasi tadi malam, seluruh warga Desa Sidorejo, baik anak dalam kelompok KANCING, hingga yang tua, akan membenahi jalan sepanjang itu, walaupun tidak dibenahi oelh pemerintah akan kerja bakti. Kesiapsiagaan masyarakat besok akan jadi contoh untuk dilakukan besok minggu.

Sukiman (Radio Komunitas Lintas Merapi FM & JALIN Merapi)

Sukiman (Radio Komunitas Lintas Merapi FM & JALIN Merapi)

Pendataan di warga juga dilakukan, dilakukan dari tingkat RT hingga desa. saya bareng Ketua Tim Siaga Desa Sidorejo. Ada data umur, kelompok rentan, dan kepemilikan transportasi per orang dan per KK, serta ternak. Sebelumnya, setiap bulan kami updat ini. Kami sangat dekat dengan MErapi, kami hidup nyaman bersama Merapi. Hal ini bs menjadi acuan utk teman2 lain di sekeliling Merapi.

Lebih kami katakna siap, kami juga punya buku tabungan siaga bencana. Dalam buku itu, ada informasi status gunung dan rekomendasi tindakan yang dituliskan di sampul belakang buk tabungan. Informasi itu merujuk pada informasi BPPTKG. Tabungan ini hanyabisa dicairkan pada situasi semacam ini. Pada saat ini sudah bisa ada pencairan dana, khusus di tingkat RT, khsuusny utk evakuasi ternak yang tidak bisa disediakan oleh siapapun.

Akhmad Nasir

Ada kesiapan untuk ronda, pendataan, dan tabungan.
Pesan penting kepada pemerintah adalah pengamanan jalur evakuasi yang kondisinya banyak yang rusak. Jika perlu evakuasi yang cepat, kondisi jalan yang rusak akan sangat mengganggu. Sayangnya dari BPBD Klaten belum hadir, mohon kepada bapak dan ibu yang berwenang di Klaten bisa membantu menanggapi.

Dari Magelang dipersilakan

(Komunitas Peduli Merapi )

Kami berinduk di Srumbung, Sekretariat di Desa Merdikorejo di Tempel, Sleman. Pendataan sudah kami lakukan. Saya punya keinginan sejak dulu, sudah menyampaikan, bahwa di alur Sungai Bebeng dan Krasak sangat gelap. Jika terjadi aliran lahar, tidak terlihat. Sampai saat ini tidak belum ada lampu yang dipasang.

Akhmad Nasir

Boyolali ada yang hadir? Kita tampung semua pesan dari warga atau komunitas.
Jika tidak ada, bisa satu lagi dari Sleman.

Suprapto (RAPI Kabupaten Sleman)

RAPI Kab Sleman besok sore akan membuka posko di Cangkringan. Anggota kami yang sudah banyak mengikuti pelatihan kami libatkan. Semoga tidak dipergunakan. Demikian juga untuk satuan komunikasinya, dipersiapkkan untuk dibagi ke barak-barak yang dipersiapkan untuk pengungsian.

Pada situasi status WASPADA ini kami siap mendukung koordinasi yang dijalankan bersama. Kami siap bergabung. Kami siap membantu sebagai relawan.

Akhmad Nasir

Sebenarnya dari Boyolali ada yang akan hadir, dari MMC FM yang diceritakan oleh Mbah Rono. Tadi kecelakaan di Medari dan sekarang di RSUD Sleman. Semoga kondisi Mas Muji bisa segera pulih.

Supriyadi (SKSB Sleman)

Kami bertempat di selatan Merapi Golf di Huntap Pagerjurang. Dalam peningkatan status Merapi ini, warga Kepuharjo khususnya, ada sedikit rasa ketakutan dan panik. Namun, warga juga sudah siap dan bisa memahami bagaimana nanti jika terjadi erupsi. Kemarin Pemdes Kepuharjo juga sudah menyiapkan barak pengungsian jika diperlukan. Besok Minggu kami juga akan lakukan pembenahan jalur evakuasi yang cukup parah di sebelah timur SD Batur. Warga akan kerjabakti, sebelum Kabupaten akan benahi dengan lebih baik. Pendataan juga sudah dilakukan, oleh kadus masing-masing.

Kendala yang kami hadapi terutama pada jalur evakuasi. Walaupun upaya kami baru sementara, tapi ini untuk persiapan awal.

Akhmad Nasir

Catatan lagi pada jalur evakuasi. Walaupun sudah ada kerja bakti, tetapi tetap perlu ada respon dari pemerintah.

Selanjutnya Magelang lagi

Roni (?) (Kradenan, Srumbung, Magelang)

Jalur evakuasi di Srumbung masih cukup baik di beberapa titik. Jalur evakuasi mmg dibutuhkan. Program Desa Bersaudara juag sudah disiapkan. DI wilayah kami baru satu desa yang disiapkan dan dilatih.

Akhmad Nasir

Satu lagi tambahan jalur evakuasi di Magelang dan program Desa Bersaudara.

Kebanyakan adalah soal evakuasi. Saya perlu tanggapan soal air bersih.

Julisetiono (BPBD Sleman)

Ada beberapa catatan utk saya: air bersih, lampu, dan jalur evakuasi. Kami sudah bahas dalam persiapan. Hal klasik di pemerintah adalah soal administrasi. Mau saya juga segera dilakukan dan selesai. Saya mohon bantuan masyarakat juga karena yang mengambil pasir juga masyarakat juga. Mari kita awal dan pelihara bareng-bareng. SKSB sudah ngurug pasir dan batu itu sudah baik, agar kemudian segera ditindaklanjuti oleh Dinas PU. Sambil menunggu tahap pengaspalan.

Akhmad Nasir

Catatan jalur evakuasi: jangka pendek adalah memperbaiki, jangka panjang adalah pemeliharan dan menjaga dari penggunaan kendaraan yang tdk sesuai kelas jalan

Mulyanto (BPBD Magelang)

Soal jalur evakuasi dan Desa Bersaudara, kebetulan di th 2014 – 2019, sudah siapkan skema penanggulangan kebencanaan yang utuh dalam RPJMD: Desa Bersaudara, Jalur Evakuasi, dan Shelter School. Kami petakan di KRB III yang punya kerentanan, kami sudah petakan dan masuk dalam program di SKD Magelang. BPBD Magelang sudah menyampaikan informasi kepada Bappeda Magelang agar setiap SKPD memprogramkan kegiatan yang bernuansa kebencanaan. Kami juga sudah buat rintisan Desa Tangguh. Pada tahun 2014 ini ada 5 Desa Tangguh Bencana yang akan dibentuk, 2015 ada 10 desa, dan seterusnya. Hla itu akan dilengkapi dengan pembangunan Tempat Evakuasi Akhir. Kami sudah koordinasi dnegan Bappeda juga, diberi alokasi dana yang memadai untuk bagun TEA di lokasi yang aman. Pada program Desa Bersaudara, tahun 2014 ini ada 4 pasang desa bersaudara. Tahun 2015 akan ada 7 pasang, dan seterusnya.

Akhmad Nasir

Beberapa usulan dan pertanyaan sudah ditanggapi.
Bagaimana ada yangbisa menanggapi pertanyaan Mas Sukiman dari Klaten tentangjalur evakuasi, karena tidak ada BOBD Klaten yang hadir.

Gatot S (BPBD DIY)

Saya ucapkan apresiasi kepada masyarakat dan relawan, yang bisa mandiri dalam kesiapsigaan. Pemerintah bisa lebih ringan. Semua inisiasi di masyarakat akan dikoordinasikan bersama.

Soal sarana prasarana, pada tahun 2014 melalui BPBD DIY, Sleman, dan Klaten mulai memperbaiki jalur evakuasi sepanjang 50 Km. Ketiga BPBD menangani melalui dana APBN. Masalahnya, harus melalui proses pelelangan, shg hrs butuh waktu. Semoga 2014, 50km jalan jalur evakuasi di Sleman dan Klaten tertangani. Hal ini sesuai janjia Ka BNPB di depan presiden beberapa waktu lalu. Jalur yang sudah selesai adalah jalur Kalasan ke utara. Hal terpenting adalah setelah itu, jika digunakan seperti sekarang akan rusak lagi.

Tentang listrik dan air sudah menjadi tanggung jawab kami utk sempurnakan TEA. Hal ini jadi tanggung jawab pemerintah.

Akhmad Nasir

Merapi tidak pernah ingkat janji, semoga yang lain juga tidak ingkar janji.
Tentang suara glang glung yang jadi pertanyaan warga, mohon penjelasan.

Subandriyo (BPPTKG)

Suara gemuruh Merapi, sudah kami jelaskan melalui media dan berbagi forum. Merapi saat ini di dalamnya yang bermain adalah gas. Ada kandungan gas yang kuat dan tinggi, akumlasi bentuk tekanan Kedalaman dapur magma Merapi sekitar 3,5 km dr puncak. Salurannya belak belok tidak karuan dan dilalui asap sulfatara, batu lapuk dan rontok. Pada saat tekanan tinggi, batu2 yg rontok, akan saling berbenturan, dan ada suara itu. Jadi, warga tak perlu khawatir. Saat ini beda dengan kondisi WASPADA th 2010. Belum ada indikasi seperti dulu. Saat ini yang kita hadapi adalah skala letusan kecil, skala 1, dengan ancaman hujan abu dan hujan batu di raidus 1-2 km. Tidak perlu khawatir sekali. Kami tingkatkan status WASPAD itu lebih utk tingkatkan kesiapsiagaan aparatnya untuk jami ketenangan warga. Dengan WASPADA ini utk hadapi letusan minor, agar warga lebih tenah krn aparat siap. Selam aini yang bermain gas terus, belum terjadi letusan magmatis yang akan mengluarkan awan panas seperti sebelumnya. Karena ini alam, bisa bekerja di luar perkiraan kita. Namun, dengan kesiapsigaan yang baik, kita bisa hadapi Merapi dengan baik dan semoga tidak ada korban.

Akhmad Nasir

Karena kalau hanya baca koran tidak mantap, harus langsung dari BPPTKG.

Terakhir, kepada Mbah Rono, tadi ada banyak update situasi dan usulan, ada tanggapan?

Surono (Ka Badan Geologi)

Ada kendala struktural. Termasuk jalur evakuasi. Hal itu termasuk risiko bencana. Kita hanya bisa mengurangi kerentanan. Kita tak bisa mencegah Merapi meletus. Jadi, mitigasi struktural, seperti perbaikan jalur evakuasi, harus bisa dilakukan dengan baik. Tidak mungkin bencana dibuat menjadi nol. Hanya bisa mengurani risiko dengan mengurani tingkat kerentanan, yang secara riil dengan perbaikan jalur evakuasi.

Pemerintah tak bisa sendiri. Relawan harus diperlebar koridornya, termasuk di tahap pengurangan risiko yang bersifat menerus. Relawan juga bisa berperan mengawasi jalur evakuasi atau potensi yang memungkinakan rusaknya jalur evakuasi, yang akan meningkatkan kerentanan dan mempersear risiko. Jika jalur rusak, berapapun armada TNI dan LSM yang datang membantu, tak akan mudah juga. hal ini menjadi kerentanan yang terlalu tinggi.

Hal yang sama saya usulkan di Manado. Harus ada dua jalan, agar tidak tergantu satu jalur evakuasi untuk hadapi erupsi Gunungapi Lokon. Kerentanan tidak hanya dari ketidaksiapan aparat, tetapi juga secara struktur juga bisa dari kerusakan jalur evakuasi. Teman-teman masyarakat sudah menyampaikan, pemerintah siap untuk mengatasi, tidak ada dusta di antara kita. Hal itu tadi bukan kritik, tapi ungkapan untuk kebaikan bersama.

Saya apresiasi pada teman-teman relawan, bukan LSM. Saya salut dan apresiasi. Saya tadi membisiki, dulu 2010 saya pernah bialng, relawan harus dimanusiakan. Bisa terjadi, jumlah pengungsi dan aparat yang mengurus itu tidak seimbang. Tanpa relawan tidak akan terurus semua. Walaupun tidak ada bencana, mereka tetap penting. Siapa yang bisa menolong, bukan yang datang dari Jakarta, tetapi masyarakat setempat sendiri.

Saya agak stress karena saya tidak langsung melihat datanya. Saya lebih banyak di rumah.

Soal informasi kerentanan, harus disampaikan secara jujur. Agar warga tahu. Pasti ada solusinya, misal kpd warga yang hdiup di jalur merah.

Akhmad Nasir

Dalam dialog ini ada gambaran langkah-langkah yang akan dilakukan oleh pemerintah, TNI, POLRI, dan pihak lain. Juga ada informasi tentang inisiatif dari masyarakat. Kita juga menemukan salah satu kerentanan. Menurut Pak Surono, perlu ada pendekatan mitigasi struktural, antara lain dengan perbaiki jalur evakuasi.

Bapk dan ibu, saya yakin belum semua hal belum bisa didialogkan, dalam waktu yang pendek dan banyak yang hadir, kita tak bisa perpanjang, harus selesaikan. Jangan khawatir, ini baru awal, sebagai bentuk persiapan. nanti akan ada dialog2 semacam ini. Salah satu yang akan menganggendakan adalah BPBD Sleman. Pak Yuli dipersilakan untuk menutup acara ini dan memberiakn informasi ke depan.

Julisetiono (BPBD Sleman)

Pertemuan ini sudah sejak 3-4 bulan lalu dirintis bersama DANDIM dan BPPTKG. Jangan ada jarak antara instansi pemerintah dan komunitas wakil masyarakat. Sebelumnya sudah dilakukan di KODIM Sleman. Selanjutnya akan ada acara serupa di Sleman. Agar tidak ada dusta di antara kita. Peemrintah ingin gerak cepat ikuti gerak masyarakat dan relawan. Tapi ada keterbatasan. Apresiasi. Lanjutkan.

Salam.

Akhmad Nasir

Demikian sekaligus penutupan acara ini.
Kita kasih applause kepada seluruh narasumber acara.
Saya sebagai pemandu dialog, mohon maaf jika ada kekurangan.
Setelah ditutup, sudah ada makan siang. Jika ada yang punya waktu, bisa berkeliling di BPPTKG. banyak hal yang bisa dipelajari di gedung ini.

Salam.

Pukul 11.10

—-

Liputan acara ini diselenggarakan atas kerjasama BPPTKG, JALIN Merapi, Joglo TV, dan Angkringan Media.

Discussion

No comments yet.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *