//
you're reading...
Laporan Aktivitas Merapi

Laporan Aktivitas Gunung Merapi 23 – 29 Mei 2014

I. HASIL PENGAMATAN 

Visual

Cuaca cerah umumnya terjadi pada pagi, sore hingga malam hari, sedangkan siang hari umumnya mendung dan berkabut. Asap solfatara berwarna putih tipis tekanan lemah tinggi asap maximum 300 m condong ke arah Barat terukur dari pos Babadan tanggal 27 Mei 2014 jam 06.54 WIB. Suhu udara di Pos-pos Pengamatan G. Merapi berkisar antara 17 – 33 0C, kelembaban 50 – 97 % RH, kecepatan angin maksimum 11,2 km/jam, dan arah angin dominan menuju Barat.

Gambar 1. Foto puncak G. Merapi dari Deles, diambil pada tanggal 24 Mei 2014. Tampak morfologi puncak G. Merapi belum menunjukkan adanya perubahan.

Kegempaan

Dalam minggu ini, kegempaan tercatat gempa vulkanik 1 kali, guguran sebanyak 53 kali, MP 4 kali, tektonik 27 kali dan tele 5 kali. Gempa vulkanik memiliki amplitudo maksimum 45 mm, durasi 15 detik. Secara umum aktivitas kegempaan berfluktuasi dalam batas normal.

Gambar 2. Kegempaan G. Merapi bulan Januari 2013 – Mei 2014

Deformasi

Deformasi di G. Merapi berdasarkan data EDM (Electronic Distance Measurement) dilakukan pengukuran dari pos-pos pengamatan (Pos Kaliurang dan Pos Babadan) masing-masing terhadap reflektor, RK2 dan RB3. Pada minggu ini, data EDM (RK2) bervariasi antara -7 mm sampai dengan +4 mm (1,85 mm/hari); RB3 berfluktuasi antara -2 mm sampai dengan +2 mm (0,57 mm/hari). Pengukuran jarak reflektor bervariasi di bawah 1 cm (di bawah ralat pengukuran). Deformasi tubuh G. Merapi yang dipantau secara instrumental baik dengan menggunakan EDM dan tiltmeter tidak menunjukkan perubahan yang signifikan.

Gambar 3. Hasil pengukuran EDM Pos Jrakah, Kaliurang dan Babadan, Januari 2013 – Mei 2014

Data pemantauan deformasi menggunakan tiltmeter di Stasiun Plawangan pada minggu ini belum menunjukkan adanya perubahan kemiringan yang signifikan. Sumbu-X (arah Barat-Timur) memiliki kemiringan -0,3 mikroradian dan sumbu-Y (arah Utara-Selatan) memiliki kemiringan +0,3 mikroradian, sedangkan suhu alat rata-rata 19,8 0C. Tiltmeter di Stasiun Babadan menunjukkan adanya perubahan kemiringan pada sumbu X. Sumbu-X (arah Utara-Selatan) memiliki perubahan kemiringan +0,1 mikroradian dan sumbu-Y (arah Barat-Timur) +0,2 mikroradian, sedangkan suhu alat rata-rata 19,2 0C. Pola kemiringan yang tidak gradual pada sumbu –X kemungkinan merupakan noise alat. Secara umum data deformasi belum menunjukkan adanya inflasi ataupun deflasi yang berarti.

Gambar 4. Hasil pengukuran tiltmeter stasiun Plawangan Januari 2013 – Mei 2014,sumbu-X (arah Barat-Timur) dan sumbu-Y (arah Utara-Selatan).

 

Gambar 5.Hasil pengukuran tiltmeter stasiun Babadan Januari 2013 – Mei 2014, sumbu-X (arah Barat-Timur) dan sumbu-Y (arah Utara-Selatan).

Hujan dan Lahar

Pada minggu ini hujan masih tercatat di setiap pos. Intensitas curah hujan tertinggi sebesar 56 mm/jam, selama 30 menit terjadi di pos Kaliurang pada tanggal 26 Mei 2014. Walaupun hujan masih terjadi, namun intensitas hujan rendah sehingga tidak menimbulkan adanya lahar di sungai yang berhulu di G. Merapi.

Gambar 6. Curah hujan di setiap pos pengamatan pada bulan Januari 2013 – Mei 2014

Geokimia

Hasil analisis kimia gas vulkanik yang di ambil dari lapangan fumarola di titik tradisi GA-1, puncak Merapi pada tanggal 22 Mei 2014 disajikan pada Tabel 1. Dari Tabel 1 terlihat bahwa gas vulkanik di G. Merapi didominasi oleh kadar H2O sebesar 43,30 % mol, O2+Ar sebesar 12,32 % mol, N2 sebesar 40,53, CO2 sebesar 3,85 % mol, NH3 sebesar 0,006 % mol, sedangkan gas vulkanik lain seperti He, H2, CH4, CO, SO2, H2S, HCl tidak terdeteksi.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil evaluasi data pemantauan G. Merapi secara instrumental dan visual, disimpulkan bahwa aktivitas G. Merapi dalam status “NORMAL”.

Rekomendasi

Dengan status aktivitas G. Merapi “NORMAL” kepada para pemangku kepentingan dalam penanggulangan bencana G. Merapi direkomendasikan sebagai berikut :

  1. Kegiatan pendakian G. Merapi untuk sementara direkomendasikan hingga sampai Pasar Bubar (ketinggian 2.500 m dpl), kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian berkaitan dengan upaya mitigasi bencana.
  2. Jika terjadi perubahan aktivitas G. Merapi yang signifikan maka status aktivitasG. Merapi akan segara ditinjau kembali.
  3. Masyarakat agar tidak terpancing isu-isu mengenai erupsi G. Merapi yang tidak jelas sumbernya dan tetap mengikuti arahan aparat pemerintah daerah atau menanyakan langsung ke Pos Pengamatan G. Merapi terdekat melalui radio komunikasi pada frekuensi 165.075 MHz atau ke kantor BPPTKG, Jalan Cendana No. 15 Yogyakarta, telepon (0274) 514180-514192.
  4. Pemerintah daerah direkomendasikan untuk mensosialisasikan kondisi G. Merapi saat ini kepada masyarakat.

Demikian kami sampaikan, atas perhatian dan kejasamanya, kami ucapkan terima kasih.

Yogyakarta, 29 Mei 2014

a.n. Kepala Pusat Vulkanlogi dan Mitigasi
Bencana Geologi,
Kepala BPPTKG,
u.b
Kepala Seksi G. Merapi

Dra. Sri Sumarti
NIP. 19610706 199003 2 003

Sumber: http://merapi.bgl.esdm.go.id/ 

Discussion

No comments yet.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *