//
you're reading...
Laporan Aktivitas Merapi

Laporan Aktivitas Gunung Merapi 30 Mei – 5 Juni 2014

I. HASIL PENGAMATAN

Visual 

    . Merapi pada minggu ini tidak menunjukkan adanya perubahan morfologi yang signifikan. Secara visual, cuaca cerah umumnya terjadi pada pagi, sore hingga malam hari, sedangkan siang hari umumnya mendung dan berkabut. Asap solfatara berwarna putih tipis tekanan lemah tinggi asap maksimum 400 m condong ke arah Barat terukur dari pos Babadan tanggal 31 Mei 2014 jam 08.10 WIB. Suhu udara di pos-pos pengamatan G. Merapi berkisar antara 16 – 32 oC, kelembaban 45 – 95 % RH, kecepatan angin maksimum 13,3 km/jam, dan arah angin dominan menuju Barat.

Gambar 1. Foto puncak G. Merapi dari Jrakah diambil pada tanggal 2 Juni 2014 pukul 08.55. Tampak cuaca cerah, asap berwarna putih tebal condong ke Barat

Seismik

   alam minggu ini kegempaan di G. Merapi didominasi oleh adanya gempa guguran. Gempa guguran tercatat sebanyak 39 kali, MP 2 kali, dan tektonik 24 kali. Gempa guguran yang terjadi memiliki aplitudo maksimum 18 mm sedangkan gempa tektonik memiliki amplitudo maksimum 85 mm. Secara umum aktivitas kegempaan berfluktuasi dalam kisaran normal dan relatif menurun dibandingkan dua minggu sebelumnya.
Gambar 2. Kegempaan G. Merapi bulan Januari  2013 – Juni 2014
Deformasi  

    Pemantauan deformasi di G. Merapi berdasarkan hasil pengukuran EDM (Electronic Distance Measurement) dari pos-pos pengamatan (Pos Kaliurang dan Pos Babadan) masing-masing terhadap reflektor, RK2, RJ2 dan RB3 menunjukkan bahwa data EDM (RK2) bervariasi antara -9 mm sampai dengan +12 mm (0,4 mm/hari); RK2 berfluktuasi antara -19 mm sampai dengan +4 mm (0,2 mm/hari). Reflektor RB3 di Pos Babadan tidak dapat dilakukan pengukuran. Pengukuran jarak reflektor bervariasi di bawah 1 cm (di bawah ralat pengukuran). Deformasi tubuh G. Merapi yang dipantau secara instrumental baik dengan menggunakan EDM dan tiltmeter tidak menunjukkan perubahan yang signifikan.

Gambar 3.  Hasil pengukuran  EDM Pos Jrakah, Kaliurang dan Babadan, Januari 2013 – Juni 2014

 Data pemantauan deformasi menggunakan tiltmeter di Stasiun Plawangan pada minggu ini belum menunjukkan adanya perubahan kemiringan yang signifikan. Sumbu-X (arah Barat-Timur) memiliki kemiringan -0,2 dan sumbu-Y (arah Utara-Selatan) memiliki kemiringan -0,4  mikroradian, sedangkan suhu alat rata-rata 19,44 0C. Tiltmeter di Stasiun Babadan pada minggu ini menunjukkan adanya perubahan kemiringan pada sumbu X. Sumbu-X (arah Utara-Selatan) memiliki perubahan kemiringan -0,1 mikroradian dan sumbu-Y (arah Barat-Timur) -0.5 mikroradian, sedangkan suhu alat rata-rata 19,2 0C. Pola kemiringan yang tidak gradual pada sumbu -X kemungkinan merupakan noise alat. Secara umum data deformasi belum menunjukkan adanya inflasi ataupun deflasi yang berarti.

Gambar 4. Hasil pengukuran tiltmeter stasiun Plawangan Januari 2013 – Juni 2014,sumbu-X (arah Barat-Timur) dan sumbu-Y (arah Utara-Selatan).
Gambar 5.Hasil pengukuran tiltmeter stasiun Babadan Januari 2013 – Juni 2014, sumbu-X (arah Barat-Timur) dan sumbu-Y (arah Utara-Selatan).
Hujan dan Lahar
Dalam minggu ini hujan di sekitar G. Merapi tidak terjadi, sedangkan pada minggu sebelumnya hujan masih terjadi dengan intensitas rendah. Pada bulan Juni 2014 sudah memasuki musim kemarau sehingga tidak terjadi lahar.
 Gambar  6. Curah hujan di setiap pos pengamatan pada bulan Januari 2013 – Juni 2014
II. KESIMPULAN DAN SARAN

 Berdasarkan hasil evaluasi data pemantauan G. Merapi secara instrumental dan visual, disimpulkan bahwa status aktivitas G. Merapi turun dari “WASPADA” menjadi “NORMAL” terhitung tanggal 23 Mei 2014 pukul 16.00 WIB.

Rekomendasi

Dengan penurunuan status aktivitas G. Merapi dari “WASPADA” menjadi “NORMAL” kepada para pemangku kepentingan dalam penanggulangan bencana G. Merapi direkomendasikan sebagai berikut :
1.    Kegiatan pendakian G. Merapi disarankan hanya sampai di Pasarbubar (± 2.500 m dpl) saja, untuk menghindari kemungkinan hembusan gas, dan letusan minor/kecil yang bisa terjadi setiap saat.
2.    Jika terjadi perubahan aktivitas G. Merapi yang signifikan maka status aktivitas G. Merapi akan segera ditinjau kembali.
3.    Mengingat saat ini hujan masih terjadi masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya lahar.
4.    Pemerintah daerah disarankan untuk mensosialisasikan kondisi G. Merapi saat ini kepada masyarakat.

Demikian  kami sampaikan, atas perhatian dan kejasamanya, kami ucapkan terima kasih.

Sumber: http://merapi.bgl.esdm.go.id/

Discussion

No comments yet.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *